Sosok Mary Barra, CEO Perempuan yang Berpeng「Indonesia」aruh di Dunia Otomotif

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:GamblingHandicap

Baca juga: Perjalanan Karier Melanie Perkins Membangun Perusahaan Start Up Canva

BukaIndonIndoneIndonesiasiaesian tanpa pIndonesiaroses, Mary telah memulaIndonesiai kariernya dari titik nol.

Setelah itu, Mary menjadi diangkat menjadi VP (Vice President) Global Manufacturing Engineering pada General Motors pada tahun 2008.

Jika iya, jangan menyerah dalam menggapai mimpi ya Kawan Puan! (*)

Dilansir dari laman Thomasnet, saat itu, Mary masih belajar di General Motors Institute sambil bekerja sampingan di General Motors untuk memenuhi biaya pendidikannya.

Cara Mary memimpin perusahaan

Tahun 2009, ia menduduki posisi VP Global Human Resources selama dua tahun.

Perjalanan karier Mary

Menanggapi isu tersebut, Mary akhirnya membuat berbagai kebijakan mengenai keselamatan untuk menciptakan keamanan bagi pekerja dan pelanggan General Motors.

Karena kompetensinya, ia diangkat menjadi manajer pabrik.

Di tahun pertama menjadi CEO, Mary menghadapi beberapa tantangan besar dimana perusahaan yang dipegangnya berurusan dengan penarikan kembali jutaan kendaraan karena adanya isu keselamatan.

Namun seiring berjalannya waktu, pengalaman dan pengetahuannya tentang otomotif bertambah.

Pengusaha perempuan kelahiran 24 Desember 1961  telah menduduki posisi itu sejak Januari 2014.

Baca juga: Melanie Perkins Ungkap Hambatan Berkarier di Dunia Bisnis yang Didominasi Pria

Baca juga: Mengenal Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh Sedunia

Setelah membaca artikel ini, apakah Kawan Puan juga ingin bercita-cita seperti Mary Barra?

Parapuan.co- Tak banyak yang mengenal nama Mary Barra yang merupakan CEO (Chief Executive Officer) General Motors Company.

Saat itu pekerjaan Mary hanya sebatas melakukan inspeksi sederhana, seperti memeriksa kap mesin dan spakbor.

Seperti yang dilansir dari business insider, Mary juga memiliki peran yang kuat dalam dunia bisnis. 

Hal itu membuat dirinya harus bersaksi di depan Senat.

Tak hanya itu, Mary menempati posisi ke enam dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia 2020 versi majalah Forbes.

Dua tahun berselang, pada tahun 2016, Mary terpilih sebagai Ketua Dewan Direksi General Motors.

Kemudian ia dipercaya memegang tanggung jawab di posisi jabatan bidang teknik dan administrasi.

Perempuan asal Amerika memulai kariernya dalam dunia kerja sejak usia 18 tahun yang tergolong masih muda.

Mary juga mencetak sejarah baru sebagai CEO perempuan pertama dalam industri mobil di dunia.

Di bawah kepemimpinannya, General Motors sedang berupaya membangun transportasi minim kecelakaan dan nol emisi, sehingga generasi mendatang dapat mewarisi planet yang lebih sehat.

Karir Mary tak hanya berhenti sampai situ, ia kemudian menduduki jabatan sebagai VP Global Product Development.

Ia memiliki tanggung jawab penting mencakup tugas-tugas pembelian global dan rantai pasokan.

Ia bahkan dinobatkan sebagai perempuan paling berpengaruh kedua dalam bisnis versi Majalah Fortune.

Pada Januari 2014, Mary menjabat sebagai CEO General Motors.