Dilanda Isu Perpecahan, Para Pemimpin Taliban Adu Mul「Texas Hold'em game」ut di Istana Kepresidenan Afghanistan

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:GamblingHandicap

Texas Hold'em gameTexas Hold'em gamenTexas Hold'em gameamTexas Hold'em gameun perseteruan di tubuh Taliban ini secara resmi dibantah.

Dikatakan, bahwa perseteruan itu berawal dari perdebatan mengenai siapa yang paling berjasa atas kemenangan di Afghanistan.

Baca juga: Taliban Berterima Kasih kepada Negara-negara yang Berjanji Kirim Bantuan ke Afghanistan

Anggota senior Taliban yang berbasis di Qatar dan seorang yang terlibat dengan perseteruan itu semua membenarkan bahwa perseteruan itu terjadi akhir pekan lalu.

Susunan kepemimpinan Afghanistan bentukan Taliban

Sumber BBC mengatakan, adu mulut terjadi karena Baradar, wakil perdana menteri yang baru, tidak senang dengan struktur pemerintahan sementara ini.

Kabinet sementara seluruhnya diisi oleh laki-laki, dan terdiri dari tokoh senior Taliban. Sebagian dari mereka terkenal atas serangan terhadap pasukan AS selama dua dekade terakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Ada laporan yang belum bisa dikonfirmasi atas silang pendapat di dalam pimpinan Taliban, sejak Baradar menghilang dari publik dalam beberapa hari.

Perselisihan antara salah satu pendiri Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar, dan seorang anggota kabinet terjadi di dalam istana presiden, kata mereka.

Salah satu sumber dari Taliban mengatakan kepada BBC Pashto, bahwa Baradar dan Khalil ur-Rahman Haqqani - menteri urusan pengungsi sekaligus tokoh terkemuka dalam jaringan militan Haqqani - saling adu mulut, dan para pengikut mereka bertikai satu sama lain.

Baca juga: Sebulan Kuasai Afghanistan, Taliban Dihantui Berbagai Masalah

Taliban menguasai Afghanistan bulan lalu, dan sejak itu menyatakan negara ini sebagai "Negeri Islam".

KABUL, KOMPAS.com - Baru saja berkuasa, jajaran kepemimpinan Taliban sudah bersitegang dalam menentukan pemerintahan baru di Afghanistan, ungkap para pejabat senior Taliban kepada BBC.