Online Baccarat_21 o'clock online_Bodog Sports Platform_Casino game

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:GamblingHandicap

BRoulRoulRoulette calculationette calculationette calculationanyak hasil tangkaRoulette calculationpan seperti kepiting, lobster, cumi namun semua tangkapan tersebut hanya Roulette calculationDiminati pasar luar negeri.

Industri perikanan di Inggris biasanya ramai dibeli oleh pasar luar negeri. Karena banyak negara-negara menerapkan lock down, kini mereka merana. Hasilnya para nelayan Inggris harus menjual ikan tangkapannya secara langsung ke konsumen melalui Facebook. Pengen tahu selengkapnya? yuk simak selengkapnya di bawah ini!

Semoga saja virus corona segera berlalu dan para nelayan dapat menjual dan menghidupi keluarganya seperti biasa, ya!

Untuk menyiasati penurunan permintaan dan tetap bertahan di tengah pandemi seorang berana Jez Strickland membuat grup bernama Jersey Alternative Fish Market di Facebook.  Kini di grup tersebut berkumpul para nelayan pemasok dan pembeli yang dapat melihat hasil tangkapan nelayan setiap hari. Di grup itu pula pembeli dapat memesan dan mengambil hasil tangkapan secara langsung ke tempat penimbangan.

Seorang nelayan bernama Davi yang berasal dari Jersey, kepulauan Channel, Inggris David kini menjual hasil tangkapannya di media sosial Facebook. Dilansir dari Kompas, para nelayan menjual hasil tangkapannya di Facebook karena pasar penjualan luar negeri tersendal karena corona. Biasanya, para nelayan Inggris menjual hasil tangkapannya ke Spanyol, Perancis, Italia dan China.

Selain terlalu menggantungkan pasar ke luar negeri, ternyata penurunan permintaan juga diakbiatkan karea konsumsi makanan laut orang Inggris sendiri. Siapa sangka masyarakat Inggris hanya mengkonsumsi 5 produk utama yakni ikan cod, haddock, salmon, udang dan tuna.

Jumlah penyebaran virus corona belum juga menunjukan penurunan angka infeksi. Sama seperti di negara-negara lain, Inggris juga mengalami hal serupa. Menurut laporan terakhir Worldmeter, kasus infeksi di Inggris telah mencapai 177,454 kasus dengan 27,510 angka kematian. Selain menghambat pekerjaan orang yang tinggal di perkotaan, pandemi corona juga berhasil membuat para nelayan di Inggris mengalami krisis dan kesulitan menjual hasil tangkapannya.

Ternyata nelayan Inggris sangat menggantungkan pemasukan dari penjualan ekspor kepiting dan lobster, seperti dilansir Kompas. Diketahui Inggris mengekspor 70 persen hasil lautnya ke negara-negara Eropa dan Asia. Setelah virus corona merebak dan banyak negara yang menutup pasar laut mereka, nelayan Inggris kelabakan. Contohnya jika sebelumnya kepiting dan lobster berharga mahal, kini harganya murah.

Menurut seorang ahli perikanan di University of York, Bryce Beukers-Stewart penurunan permintaan dari pasar laut akan mengubah pola konsumsi manusia kedepannya. Di kasus yang lebih radikal dan dramatis, penurunan permintaan hari ini akan membantu memulihkan populasi makhluk laut.